Kepuasan Stagnan di 55,3 Persen

Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru yang mengukur tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dan diumumkan melalui siaran Poltracking TV pada Senin (19/10/2026).

Hasilnya, tingkat kepuasan publik tercatat 55,3 persen. Angka itu nyaris tidak berubah dari survei sebelumnya pada Agustus 2026 yang mencatat 55,1 persen. Sebanyak 40,9 persen responden menyatakan tidak puas, sedangkan 3,8 persen abstain atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid menilai tren dua bulan terakhir menunjukkan stabilitas. "Agustus 2026 sampai Oktober 2026 yang berjarak 2 bulan tapi secara tren stabil. Tidak naik, tapi juga tidak turun," ujarnya dalam siaran survei yang dikutip Senin.

Bantuan Tepat Sasaran dan MBG Jadi Alasan Puas

Poltracking merinci alasan responden yang menyatakan puas. Dua indikator tertinggi adalah bantuan pemerintah yang tepat sasaran (16,5 persen) dan program Makan Bergizi Gratis atau MBG (15,0 persen). Alasan lain seperti ekonomi yang stabil (6,9 persen), kinerja yang terbukti (6,4 persen), dan akses pendidikan yang merata (6,1 persen) berada di bawah 10 persen.

Sebaliknya, responden yang tidak puas paling banyak menyoroti ekonomi yang belum stabil (18,9 persen), mahalnya harga kebutuhan pokok (15,4 persen), serta bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran (14,3 persen). Ketiga persoalan ekonomi itu menjadi pekerjaan rumah terbesar pemerintah, menurut Poltracking.

Hanta Yuda berharap pemerintah segera memperbaiki kinerja memasuki tahun ketiga. "Dalam bahasa optimis, pemerintah berhasil menjaga kepuasan publik tapi dengan diksi yang lebih berhati-hati, ini stagnan, artinya perlu dicari terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasan ini," tuturnya.

Tren Menurun Sejak Awal Tahun

Meski stabil dalam dua bulan terakhir, tren kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebenarnya menurun tajam sejak awal tahun. Pada Maret 2026 kepuasan masih 74,1 persen, turun ke 72,2 persen pada Mei, lalu anjlok ke 58,4 persen pada Juli, sebelum stabil di kisaran 55 persen pada Agustus dan Oktober.

Poltracking sebelumnya mengidentifikasi lima faktor pemicu penurunan, yakni tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli, persoalan implementasi program prioritas, rendahnya kinerja menteri dan lemahnya komunikasi pemerintah, menurunnya persepsi terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta melemahnya checks and balances.

Sejumlah lembaga survei lain mencatat angka berbeda untuk periode serupa. Survei SMRC pada 1–10 Oktober 2026 mencatat kepuasan hanya 44,5 persen, sementara survei PPI pada 26 September–6 Oktober 2026 mencatat 65,4 persen. Perbedaan itu dipengaruhi waktu pelaksanaan, rumusan pertanyaan, dan metode masing-masing lembaga.