Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Pelantikan yang disebut sebagai reshuffle kedelapan Kabinet Merah Putih itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore, dan diikuti tujuh pejabat baru lainnya.

Pergantian pimpinan BNPB ini berlangsung hanya sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) BNPB. Salah satu tersangka, Bima Setyawan, disebut-sebut merupakan adik kandung dari Kepala BNPB lama, Suharyanto.

Rekam Jejak Kristomei Sianturi hingga ke BNPB

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BNPB, Kristomei menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).

Latar belakangnya di bidang penerangan dan komunikasi publik dinilai menjadi modal penting memimpin lembaga penanggulangan bencana, yang menuntut kecepatan dan kejelasan informasi kepada masyarakat saat bencana terjadi.

Reshuffle Kabinet Kedelapan: Tujuh Pejabat Baru Dilantik

Dalam pelantikan yang sama, Prabowo juga melantik sejumlah wakil menteri dan kepala badan. Di antaranya Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi; Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan; serta Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Tiga pejabat lainnya adalah M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN, dan Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB.

Posisi KSAD Ikut Berganti dalam Reshuffle

Selain itu, dalam reshuffle yang sama Prabowo merombak pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat. Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Maruli Simanjuntak. Maruli sendiri menempati posisi yang ditinggalkan Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI.

Penggantian Kepala BNPB di tengah sorotan kasus dugaan korupsi dana bencana menjadi perhatian publik, mengingat lembaga tersebut mengelola dana tanggap darurat untuk penanganan bencana di seluruh Indonesia.

Pelantikan serentak tujuh pejabat ini menandai perombakan kabinet kedelapan sejak Prabowo menjabat. Sementara itu, penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi Dana Siap Pakai BNPB terus berjalan dengan lima tersangka yang telah ditetapkan.