Usulan dari Partai Sendiri
JAKARTA — Partai Gerindra menilai Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni perlu dievaluasi secara mendalam terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlanjut dan berdampak pada masyarakat. Seruan itu disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrusammad, dalam Debat Terbuka '2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran' di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
"Saya menilai memang kita perlu mengusulkan kepada Presiden untuk mengevaluasi secara sungguh-sungguh menteri kehutanan," ujar Kamrusammad. Ia tidak menolak kemungkinan bahwa hasil evaluasi tersebut dapat berujung pada reshuffle di kursi Menteri Kehutanan.
Dalam penjelasannya, Kamrusammad menyoroti empat faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran hutan, serta menekankan perlunya tindakan yang lebih efektif dalam pengawasan dan penanganan kebakaran. Selain itu, Gerindra juga menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kabinet yang saat ini dinilai tidak menghasilkan kinerja sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Tekanan Bertubi-tubi soal Karhutla
Desakan evaluasi terhadap Menhut muncul di tengah krisis karhutla yang tak kunjung padam. Mahasiswa di berbagai kota turun ke jalan menuntut pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, sementara kritik terhadap lambannya penanganan terus mengalir dari berbagai kalangan.
Posisi Raja Juli Antoni di Kabinet Merah Putih memang kian terpojok. Selain rapor penanganan karhutla yang dinilai merah, ia juga sempat menjadi sorotan publik dalam sejumlah polemik. Gerindra sebagai partai pengusung utama Presiden kini secara terbuka meminta evaluasi — sebuah sinyal politik yang jarang terjadi terhadap menteri yang masih menjabat.
Mensesneg: Fokus pada Pemadaman
Menanggapi menguatnya isu reshuffle, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan fokus Presiden saat ini adalah percepatan eksekusi pemadaman karhutla. Langkah yang disiapkan antara lain penambahan armada water bombing, penegakan hukum, hingga pencabutan izin bagi korporasi yang terbukti sengaja membakar lahan.
Prasetyo tidak secara gamblang menutup pintu reshuffle, namun menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan api padam dan masyarakat terlindungi dari kabut asap.
Prabowo Sudah Buka Peluang Reshuffle
Presiden Prabowo sendiri sebelumnya sudah membuka peluang perombakan kabinet. Dalam sambutannya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (19/9/2026), ia menyebut dua tahun masa kepemimpinannya menjadi momentum yang pas untuk kembali merombak Kabinet Merah Putih.
"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya," kata Prabowo. Ia menegaskan evaluasi terhadap jajarannya berlangsung terus-menerus, dengan kapabilitas dan kesesuaian kompetensi sebagai pertimbangan utama.
Dengan pernyataan terbuka dari jubir Gerindra dan sinyal dari Presiden sendiri, kursi Menteri Kehutanan kini menjadi sorotan utama spekulasi reshuffle jilid berikutnya — terutama bila krisis karhutla tak kunjung teratasi.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!