Klaim Gerindra: Kemandirian dan Kesejahteraan Stabil

Partai Gerindra menilai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran — genap pada Selasa, 20 Oktober 2026 — menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat. Penilaian itu disampaikan jubir partai, Sugiat Santoso, dalam keterangannya pada Senin (19/10/2026).

“Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan kemajuan dalam memperkuat kemandirian nasional dan kesejahteraan rakyat. Hal ini terlihat dari fundamental ekonomi yang tetap stabil di tengah gejolak global, penguatan produksi pangan, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, serta percepatan hilirisasi,” kata Sugiat.

Nada senada disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan pada hari yang sama: “Alhamdulillah, situasi relatif stabil, baik politik, ekonomi, maupun sosial.” Target berikutnya, kata dia, adalah pertumbuhan yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih merata.

Data BPS: Pertumbuhan 5,45 Persen, Kemiskinan Turun

Data BPS yang dirangkum analisis Kompas.com (15/10/2026) menunjukkan ekonomi tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, naik dari 4,99 persen pada periode yang sama 2025. Triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Tingkat kemiskinan turun dari 9,03 persen atau 25,22 juta orang (Maret 2024) menjadi 8,07 persen atau 22,93 juta orang (Maret 2026) — berkurang sekitar 2,29 juta orang dalam dua tahun. Pengangguran terbuka melandai dari 4,82 menjadi 4,68 persen, upah buruh naik dari Rp 3,04 juta menjadi Rp 3,29 juta, dan rasio gini membaik dari 0,375 menjadi 0,368.

BPS mencatat inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen dengan IHK 112,31 — masih dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen. Inflasi bulanan tercatat 0,30 persen dan inflasi inti 2,84 persen.

Program Unggulan: MBG, CKG, dan Swasembada Pangan

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaporkan menjangkau 99,1 juta orang; Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar 57 juta penerima per Agustus 2026; Sekolah Rakyat beroperasi di 182 lokasi dengan 44 ribu siswa.

Pemerintah mengklaim swasembada delapan komoditas: beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk disederhanakan dan HET pupuk bersubsidi turun 20 persen sejak Oktober 2025. NTP September 2026 tercatat 131,11 — naik 1,49 persen bulanan.

Danantara mencatat 26 proyek strategis senilai Rp 225 triliun dengan proyeksi 37.833 tenaga kerja. Satgas PKH menguasai kembali 6,22 juta hektare kawasan hutan hingga 6 Oktober 2026.

Catatan Kritis: Survei Publik dan Tekanan Fiskal

CELIOS bersama Kabinet Bayangan (rilis 11/10/2026): 75 persen dari 1.122 responden mengaku stres terhadap kebijakan pemerintah — keluhan utama kenaikan harga kebutuhan pokok, sulitnya pekerjaan, dan penegakan hukum. Gerindra menolak laporan itu dan menyebutnya tak objektif.

Pengamat Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga (19/10/2026) menilai ada kesenjangan antara klaim pemerintah dan persepsi publik. Survei SMRC 1–10 Oktober 2026: kepuasan publik turun dari 81,2 persen (November 2025) menjadi 51,1 persen (Juli 2026); elektabilitas Prabowo 9,8 persen — di bawah Dedi Mulyadi (35,5 persen) dan Anies Baswedan (10,3 persen).

Dari sisi anggaran, analisis kompas mencatat Transfer ke Daerah turun dari Rp 857,6 triliun (25,8 persen belanja, APBN 2024) menjadi Rp 693 triliun (sekitar 18 persen, APBN 2026). Analisis itu mengingatkan: perbedaan kondisi awal dan geopolitik tiap era membatasi kesimpulan bahwa seluruh capaian disebabkan presiden yang menjabat.