Evaluasi Asta Cita Jadi Agenda Utama

BOGOR — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (16/10/2026). Rapat yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri seluruh jajaran kabinet: menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dan lembaga negara.

Agenda utama pertemuan adalah pemantauan dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian dan lembaga. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang membenarkan pelaksanaan rapat menyebutnya sebagai agenda rutin evaluasi program prioritas. "Agenda rutin saja. Tentang pemantauan dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok dan fungsinya," ujar Viva.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan turut mengonfirmasi undangan rapat tersebut. Sementara Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria yang hadir menyebut pertemuan ini sebagai momentum penting. Sejumlah pejabat yang terlihat datang antara lain Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, hingga Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Hasil Rapat Kabinet Istana Bogor: Evaluasi Asta Cita Jelang 2 Tahun
Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Foto: wisataselfie.blogspot.com) (Sumber: wisataselfie.blogspot.com)

Maruarar: Bersyukur Dua Tahun, Bekerja Lebih Keras

Seusai menghadiri pertemuan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan refleksi menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo yang jatuh pada 20 Oktober 2026. "Saya bersyukur bisa menjalani dua tahun kerja, dan Presiden membangun kebersamaan," ujar Maruarar yang akrab disapa Ara.

Maruarar juga menyinggung hubungan Indonesia dengan sejumlah pemimpin dunia sebagai pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya, persahabatan dengan para pemimpin dunia berjalan baik — dengan Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara Timur Tengah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja kabinet untuk memenuhi kepentingan masyarakat. "Ya, kita bekerja lebih keras lagi bagi rakyat Indonesia," ujar Maruarar menutup pernyataannya.

Gelar Sehari Setelah Reshuffle, Macet di Bogor

Rapat kabinet digelar sehari setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet pada Kamis (15/10/2026). Dalam reshuffle tersebut, posisi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana beralih dari Letjen TNI Suharyanto kepada Letjen TNI Kristomei Sianturi, Maruli Simanjuntak menjadi Wakil Panglima TNI, dan Tandyo Budi Revita mengisi jabatan Kepala Staf Angkatan Darat.

Sementara itu, agenda kenegaraan di Istana Bogor berdampak pada arus lalu lintas Kota Bogor. Kemacetan terpantau di sejumlah ruas jalan, mulai dari jalur Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor hingga kawasan Alun-Alun dan Stasiun Bogor. Kepadatan juga terjadi di Jalan Siliwangi, Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jalan Ir H Juanda, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Sejumlah warga mengaku terjebak kemacetan hingga beberapa kali dalam satu perjalanan. Zoel, salah seorang warga, menyebut ia terjebak macet empat kali di beberapa titik, termasuk saat Jalan Otista ditutup karena iring-iringan kendaraan yang memasuki Istana Bogor.