Dua Penerbangan Dibatalkan

Akibat gangguan jarak pandang yang dipicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, dua penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, dibatalkan pada Sabtu (17/10/2026).

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat adanya dua penerbangan yang terdampak kondisi tersebut. Pembatalan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan karena jarak pandang di sejumlah bandara tujuan berada di bawah batas minimum operasional.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan penerbangan dan penumpang terdampak berjalan dengan baik," kata Assistant Deputy Communication & Legal Soekarno-Hatta Executive Office, Yudistiawan, di Tangerang, Sabtu (17/10/2026).

Mitigasi di Setiap Terminal

Pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi di setiap terminal untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang akibat penundaan maupun pembatalan penerbangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus penumpang sekaligus memastikan standar pelayanan kepada pengguna jasa bandara tetap terpenuhi.

"Kami juga memastikan langkah-langkah mitigasi di terminal tetap disiapkan agar pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal. Saat ini, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap terkendali," ujarnya.

Guna mengantisipasi kendala perjalanan, calon penumpang diimbau memeriksa secara berkala status dan jadwal penerbangan terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara. Masyarakat yang membutuhkan informasi tambahan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui saluran telepon 172.

354 Titik Panas, 61 Pesawat Dikerahkan

Kementerian Kehutanan menyatakan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan 354 titik panas terdeteksi di seluruh Indonesia hingga Jumat (16/10/2026) malam. Jumlah itu turun 55,7 persen dari 799 titik sehari sebelumnya, namun Sumatra Selatan mencatat titik panas tertinggi yakni 132 titik.

Kualitas udara pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya masih tercatat di Kalimantan Tengah dan sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, serta dilaporkan pula di Sumatra Selatan dan Jambi. Sebanyak 61 pesawat masih dikerahkan untuk operasi pemadaman kebakaran dan tugas terkait, dengan 44 pesawat untuk pengeboman air dan 17 lainnya untuk patroli udara serta modifikasi cuaca.