Promotor Rilis Haze Advisory Resmi

SINGAPURA — Promotor konser BIGBANG di Singapura, AEG Presents Asia, mengeluarkan imbauan resmi terkait kabut asap menjelang konser "2026-2027 World Tour XX: Cosmos" yang sangat dinantikan para penggemar. Imbauan diunggah melalui media sosial promotor pada Kamis (15/10/2026).

Konser dijadwalkan berlangsung dua malam berturut-turut di National Stadium Singapura, Sabtu (17/10/2026) dan Minggu (18/10/2026), masing-masing mulai pukul 19.00 waktu setempat. Langkah ini diambil menyusul kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional yang kondisinya disebut memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, AEG menegaskan keselamatan dan kesehatan penonton sebagai prioritas utama. Promotor juga menyampaikan sejumlah langkah perlindungan yang mengacu pada kebijakan pengelolaan kabut asap di lokasi acara.

Kabut Asap Ganggu Konser BIGBANG Singapura, Promotor Rilis Imbauan
Ilustrasi penampilan BIGBANG dalam tur dunia XX: Cosmos di Goyang, Korea Selatan, Agustus 2026. (Sumber: Soompi)

PSI Tembus 209, Terburuk Sejak 2015

Lonjakan kabut asap dipicu eskalasi kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Embusan angin membawa kepulan asap pekat melintasi batas negara hingga ke Singapura, memicu krisis udara yang disebut terburuk sejak 2015.

Data pantauan menunjukkan tingkat polutan PM2.5 melonjak tajam: Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam sempat mencatatkan angka 209 di wilayah barat Singapura — masuk kategori sangat tidak sehat — sementara kawasan tengah mencatat angka 197.

Kondisi ini membuat penyelenggaraan acara luar ruangan berisiko. Pengelola National Stadium sendiri memiliki kebijakan untuk menghentikan aktivitas jika angka polusi melampaui batas tertentu. Hingga berita ini ditulis, konser tetap digelar sesuai jadwal dan belum ada pengumuman pembatalan atau penundaan.

Imbauan untuk Penonton

Penyelenggara mengimbau para pemegang tiket untuk memeriksa informasi terbaru mengenai kualitas udara sebelum berangkat ke lokasi konser dan merencanakan kunjungan sesuai dengan kondisi tersebut. Penonton yang sensitif terhadap kabut asap disarankan mengenakan masker pelindung.

Penggemar juga diminta menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan membawa botol air minum sendiri, dengan ketentuan botol tidak boleh berbahan kaca maupun baja — fasilitas isi ulang tersedia di dalam venue. Penonton diimbau meminimalkan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, merencanakan rute perjalanan, serta membawa obat-obatan pribadi jika diperlukan.

Sejumlah netizen Indonesia tampak meramaikan kolom komentar pengumuman promotor untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik setempat. Sementara itu, Indonesia sendiri masih berjibaku memadamkan karhutla di sejumlah titik, dengan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan asing yang kini dibahas pada tingkat teknis bersama BNPB.