Ilustrasi petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Sumber: InvestorTrust)
Indonesia mencatat emisi karbon dari kebakaran hutan dan lahan tertinggi di dunia pada periode 8-14 Oktober 2026. Data Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menunjukkan rata-rata emisi harian Indonesia mencapai 3.174 kiloton karbon, sekitar tiga kali lebih besar dari Brasil.
Fakta Utama
Berdasarkan data Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melalui Global Fire Assimilation System (GFAS), rata-rata emisi karbon harian Indonesia pada 8-14 Oktober 2026 mencapai 3.174 kiloton karbon (kt C).
Urutan lima besar dunia: Indonesia 3.174 kt C per hari, Brasil 1.042 kt C, Australia 438 kt C, Mongolia 266 kt C, dan Papua Nugini 184 kt C.
Intensitas emisi Indonesia tercatat 1.688,3 kg karbon per km persegi per hari, sekitar 13,7 kali intensitas Brasil.
Emisi Indonesia menunjukkan anomali +1,99 standar deviasi dibanding rata-rata historis 2003-2025 dan menjadi yang tertinggi kedua untuk periode tanggal yang sama sejak 2003, di bawah Oktober 2015.
Total emisi selama tujuh hari mencapai sekitar 22,2 juta ton karbon; akumulasi sepanjang 2026 telah sekitar 170 juta ton karbon hingga pertengahan Oktober.
Titik aktivitas kebakaran terkonsentrasi di Sumatra dan Kalimantan, serta tersebar di Sulawesi dan Papua bagian selatan; data BMKG mencatat 23 wilayah Indonesia dibekap asap dengan kualitas udara berbahaya.
Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia
Anomali Tertinggi Kedua Sejak 2003
Titik Api Terkonsentrasi di Sumatra dan Kalimantan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!