Usulan Mekanisme Kolektif di Tingkat ASEAN
Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan agar penanganan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dikelola melalui mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN. Usulan itu ia sampaikan melalui akun Instagram-nya pada Senin (19/10/2026), sehari setelah ia mengikuti rapat perkembangan karhutla Indonesia pada Sabtu (18/10).
"Malaysia telah mengusulkan mekanisme kerja sama di tingkat ASEAN untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif dalam menangani kabut asap lintas batas," ujar Anwar dalam pernyataan tersebut. Usulan ini menandai pergeseran dari pola penanganan bilateral menjadi respons kolektif kawasan — sinyal bahwa asap karhutla Indonesia kini dianggap urusan ASEAN, bukan sekadar persoalan dua negara.

Skala Dampak Jadi Alasan
Data menunjukkan mengapa isu ini dianggap melampaui urusan bilateral. Kualitas udara Singapura sempat masuk kategori tidak sehat dengan indeks polusi mencapai 288 pada pekan lalu. Malaysia juga pernah mencatat indeks kategori bahaya di Serawak. Dampaknya bahkan melumpuhkan pendidikan: Johor menutup semua sekolah dan institusi pendidikan selama lima hari mulai Senin (19/10/2026), sebagaimana diliput Stateline MEDIA sebelumnya.
"Semangat bertetangga yang sesungguhnya menuntut kita untuk saling mendukung ketika menghadapi musibah, dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan senantiasa menjadi prioritas," tulis Anwar. Ia menegaskan Malaysia siap memberikan bantuan kepada Indonesia sebagaimana telah ditawarkan sebelumnya.
Anwar: Indonesia Berusaha Sungguh-sungguh
Meski mendorong mekanisme kawasan, Anwar mengakui kesungguhan upaya yang sudah dilakukan Indonesia. Ia menyebut pemerintah Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel serta berbagai aset udara untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini. Penanganan bencana skala ini, kata Anwar, bukan tugas mudah mengingat luasnya wilayah terdampak dan cuaca yang tak menentu.
Sebelumnya, Badan Manajemen Bencana Nasional Malaysia (NADMA) juga memuat penguatan kerja sama Malaysia-Indonesia dalam penanganan jerebu. Pernyataan Anwar pada Senin ini mempertegas komitmen tersebut dan mengangkatnya ke level seluruh kawasan Asia Tenggara.
Apa Selanjutnya
Belum ada rincian bentuk konkret mekanisme kolektif yang diusulkan Anwar — apakah berupa pusat komando bersama, dana tanggap kawasan, atau pembagian aset udara antarnegara. Namun tiga pilar yang ia sebut — koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan kolektif — menjadi kerangka awal yang kini menanti respons negara-negara anggota ASEAN lainnya.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!