Sesak Napas Sepulang Kerja
Seorang aparatur sipil negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial RY (40) meninggal dunia di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah itu.
RY mengembuskan napas terakhir di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh, Buntok, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Barsel Agus In'Yulius menjelaskan, RY mengalami gangguan pernapasan setelah pulang bekerja. Korban sempat kembali ke rumah sebelum kondisinya memburuk dan dibawa keluarga ke rumah sakit.
RY diketahui juga merupakan relawan pemadam karhutla di Barsel. Namun, saat mengalami sesak napas hingga meninggal dunia, ia tidak sedang menjalankan jadwal tugas pemadaman. RY yang semasa hidup tinggal di Jalan Ibunda VI, Buntok, kemudian dimakamkan di Kelurahan Pendang, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barsel.
Diduga Terkait Kualitas Udara, ISPU Berbahaya
Kepala Dinkes Barsel dr Dadang Baskoro Nugroho menjelaskan, hasil pemeriksaan medis terhadap RY menunjukkan adanya gangguan pada paru-paru dan jantung. Tim medis memberikan penanganan selama sekitar dua hingga tiga jam di IGD, tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
BPBD Barsel menduga kondisi udara di Barsel berkaitan dengan kematian RY, namun hubungan langsung antara paparan asap dan meninggalnya korban belum dapat dipastikan. ISPU di wilayah Barsel-Sanggu tercatat mencapai 654 atau kategori berbahaya, sekitar lima setengah jam sebelum RY meninggal.
Dadang juga menyoroti tren kematian akibat pneumonia di Barsel: tiga orang pada Agustus 2026, dua pada September, dan dua pada Oktober 2026, di tengah peningkatan kasus pneumonia. Sebelum kasus RY, seorang bayi berusia enam bulan dilaporkan meninggal di tengah kabut asap yang melanda Barsel.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!