Undangan Rapat Mendadak ke Istana Bogor

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumpulkan para menteri, wakil menteri, dan kepala badan Kabinet Merah Putih di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026) malam. Pertemuan direncanakan berlangsung pukul 19.00 WIB, tetapi agenda yang akan dibahas belum diketahui secara pasti.

Undangan yang diterima para pejabat mencantumkan agenda bertajuk “Pertemuan dengan Presiden RI”. Menurut informasi yang dihimpun CNBC Indonesia, para pejabat diminta mengenakan batik lengan panjang, sedangkan personel TNI dan Polri menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU)-4 — detail yang menandakan pertemuan bersifat resmi dan penting.

Rencana pertemuan ini menjadi sorotan karena undangan disebar secara mendadak pada Jumat pagi, sehari setelah Presiden melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara.

Dibenarkan Sejumlah Pejabat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan membenarkan informasi mengenai rencana pemanggilan jajaran pemerintah oleh Presiden Prabowo. “Benar (Acara), jam 19 di istana Bogor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat. Meski membenarkan, ia belum memerinci tujuan maupun pokok pembahasan pertemuan tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya juga membenarkan adanya undangan tersebut. “Ya betul, nanti malam,” ujarnya. Bima menyebut sidang kabinet paripurna merupakan forum rutin untuk mengevaluasi program-program strategis pemerintah. “Kami belum terinfo untuk agendanya. Tapi sidang kabinet paripurna ini kan memang rutin, untuk evaluasi program-program strategis, hanya lokasinya saja yang kali ini berbeda,” katanya.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengaku baru menerima pemberitahuan undangan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Jumat pagi. “Ya, ada undangan, tapi belum tahu arahan apa dari Pak Presiden. Baru dapat pemberitahuan dari Pak Seskab pagi ini,” ujarnya. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga menambahkan pertemuan ini merupakan agenda rutin terkait monitoring dan pengendalian implementasi program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian.

Latar Belakang: Pelantikan dan Gejolak Pasar

Pertemuan digelar sehari setelah Prabowo melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI, Kamis (15/10/2026). Selain pergantian posisi strategis di tubuh TNI, Presiden juga melantik empat wakil menteri serta sejumlah pimpinan badan pemerintah.

Pertemuan malam ini juga berlangsung di tengah gejolak pasar keuangan domestik. Pada Jumat pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi reklasifikasi pasar modal Indonesia. Gejolak itu bahkan membuat Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua OJK dan CEO Danantara mendatangi Gedung BEI pada Jumat siang.

Apakah pertemuan di Istana Bogor berkaitan dengan dinamika tersebut, masih menunggu penjelasan resmi pemerintah. Hingga berita ini ditulis, agenda pertemuan Presiden Prabowo dengan jajarannya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak Istana.