Serangan Jumat Pagi: 3 Tewas, Puluhan Terluka

KHARKIV — Rusia melancarkan serangan drone besar-besaran ke Ukraina pada Jumat pagi (16/10/2026), menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan menyasar infrastruktur energi di berbagai wilayah, hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi yang tak pernah dikonfirmasi kedua pihak.

Di Kharkiv, kota terbesar kedua Ukraina, dua orang tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan yang menghantam tiga distrik. Gubernur Oleh Syniehubov sempat melaporkan tiga korban tewas sebelum merevisi datanya. Kementerian Pertahanan Ukraina dalam pernyataan di X menyebut dua orang tewas dan 17 terluka di Kharkiv pagi ini, dan menuduh Rusia juga menghantam sebuah mal di Rivne serta fasilitas energi di empat wilayah.

Di wilayah barat laut Volyn yang berbatasan dengan Polandia, sebuah drone menghantam fasilitas pengolahan makanan, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya, kata Gubernur Roman Romaniuk. Serangan juga menghantam dua pusat perbelanjaan — di Sumy dekat garis depan dan di Rivne yang melukai tujuh orang. Foto layanan darurat di Sumy menunjukkan darah berceceran di lantai dan pintu masuk mal yang rusak.

Rusia Hantam Ukraina Jumat: 3 Tewas, 370 Ribu Warga Gelap Gulita
Gedung apartemen di Kharkiv hancur akibat serangan Rusia. (Foto arsip: Sneeuwschaap/Wikimedia Commons, CC BY 4.0) (Sumber: Wikimedia Commons)

370 Ribu Warga Kehilangan Listrik

Serangan ke jaringan listrik membuat sekitar 370.000 warga di Volyn kehilangan pasokan listrik pada Jumat pagi. Tim perbaikan segera dikerahkan dan sekitar 100.000 warga sudah tersambung kembali beberapa jam kemudian, kata Gubernur Roman Romaniuk. Namun Wali Kota Lutsk Andriy Razumovskyi memperingatkan pemadaman di ibu kota wilayah itu bisa berlangsung setidaknya 24 jam.

Serangan terhadap infrastruktur energi ini datang saat Ukraina bersiap menghadapi musim dingin. Serangan drone Rusia pada Jumat menyasar Kharkiv, Volyn, Sumy, dan Rivne — merusak bangunan tempat tinggal, mengganggu pasokan listrik, dan melukai sedikitnya 15 warga sipil menurut pejabat Ukraina. Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya telah memperingatkan meningkatnya korban sipil akibat pola serangan semacam ini.

Balasan atas Serangan ke Kilang Ryazan

Gelombang serangan Jumat ini merupakan balasan Rusia setelah Ukraina menyerang kilang minyak Rosneft di Ryazan, tenggara Moskow, pada Kamis. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, televisi pemerintah Rusia menayangkan dampak serangan terhadap sebuah kilang — asap hitam mengepul dari pabrik yang merupakan salah satu kilang terbesar Rusia itu.

Kyiv menyatakan sempat menunda serangan ke kilang-kilang Rusia selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan terhadap gencatan senjata energi yang diumumkan Trump pada Minggu, namun melanjutkannya karena Moskow terus menghantam pembangkit listrik termal dan infrastruktur energi Ukraina. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan yang tak pernah dikonfirmasi secara resmi itu.

Ketegangan juga memanas di ranah lain. Reuters melaporkan perintah pembatasan sistem komunikasi militer Starshield Ukraina datang dari dalam Gedung Putih, meski seorang pejabat Amerika Serikat membantah perintah itu berasal dari Presiden Trump. Ukraina menuduh pembatasan tersebut mengganggu misi drone serang dan pertahanan udaranya di tengah eskalasi ini.