Buku Sally Rooney Ditarik dari Inggris
Novelis Irlandia Sally Rooney tidak akan lagi menjual buku-bukunya di Inggris menyusul dukungannya terhadap Palestine Action, kelompok pro-Palestina yang dilarang pemerintah Inggris sebagai organisasi teroris. Keputusan itu diumumkan Rooney bersama penerbitnya, Faber, pada Rabu (14/10/2026).
Rooney, penulis laris berusia 35 tahun yang dikenal lewat novel 'Normal People' dan 'Conversations with Friends', sebelumnya menyatakan berniat memakai hasil penjualan buku-bukunya untuk mendukung Palestine Action. Sejak kelompok itu dilarang pada Juli 2025, mendukungnya menjadi tindak pidana di Inggris dengan ancaman hukuman hingga 14 tahun penjara.
Penerbit Tak Bisa Salurkan Royalti
Faber menjelaskan undang-undang Inggris telah menciptakan keadaan di mana mereka tidak bisa lagi meneruskan pendapatan dari Inggris kepada Rooney atas karyanya. Penerbit itu menyebut menjual karya seorang penulis tanpa bisa meneruskan pendapatannya sebagai situasi yang tidak bisa diterima.
Dengan persetujuan penuh Rooney, Faber memutuskan tidak lagi memasok karya-karyanya di Inggris dalam format apa pun. Judul-judul Rooney dilaporkan sudah ditarik dari penjualan e-book dan buku audio — pembeli di toko buku audio Audible diberi tahu bahwa platform tersebut 'saat ini tidak memiliki hak untuk menjual judul ini di negara/wilayah Anda'. Penjual buku masih bisa menghabiskan stok yang tersisa, tetapi tidak akan dipasok ulang.
Rooney menyatakan telah berupaya jujur kepada publik soal keyakinan dan niatnya, dan ia sepenuhnya siap menerima konsekuensinya. Ia menegaskan Palestine Action bukan kelompok terlarang di Republik Irlandia, tempat ia tinggal.
Kontroversi Kebebasan Berekspresi
Pelarangan Palestine Action bermula setelah para aktivisnya membobol pangkalan Angkatan Udara Inggris di Brize Norton pada Juni 2025 untuk memprotes dukungan militer Inggris terhadap operasi militer Israel di Gaza. Sejak itu lebih dari 3.000 orang ditangkap karena memasang tanda-tanda dukungan terhadap kelompok tersebut, dan pelarangan ini dikritik kelompok kebebasan sipil.
Pendiri Palestine Action, Huda Ammori, menyebut ketidakmampuan Rooney menerbitkan karyanya di Inggris sebagai titik rendah baru dalam serangan terhadap kebebasan berekspresi akibat pelarangan tersebut. Mahkamah Agung Inggris dijadwalkan mendengar banding atas pelarangan Palestine Action bulan depan, yang hasilnya bisa mengubah lanskap hukum kasus ini.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!