Delapan Jam Terbang, Kembali ke Titik Awal
Penerbangan SQ31 Singapore Airlines terpaksa kembali ke titik keberangkatannya di San Francisco, Amerika Serikat, setelah berada di udara selama hampir sembilan jam. Keputusan putar balik diambil akibat ulah seorang penumpang yang berperilaku tak terkendali di dalam kabin.
Pesawat Airbus A350-900 itu sebelumnya bertolak dari San Francisco menuju Singapura pada Rabu (14/10) pukul 11.51 waktu setempat. Berdasarkan data pelacakan yang dikutip The Business Times, pesawat telah terbang jauh hingga ke wilayah Pasifik Utara sebelum berbalik arah. Menurut data FlightAware, penerbangan tersebut menempuh sekitar delapan jam 40 menit sebelum mendarat kembali.
Penerbangan SQ31 akhirnya mendarat kembali di Bandara Internasional San Francisco sekitar pukul 20.41 waktu setempat. Rute San Francisco-Singapura sendiri merupakan salah satu rute terpanjang di dunia dengan estimasi waktu tempuh 16 hingga 17 jam nonstop.
Keputusan Pilot demi Keselamatan
Juru bicara Singapore Airlines menyatakan penumpang yang bersangkutan dilaporkan melukai dirinya sendiri saat penerbangan berlangsung. Pilot di kokpit kemudian menilai situasi tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaratkan kembali pesawat ke bandara asal.
"Penumpang Singapore Airlines di dalam penerbangan SQ31 menjadi tidak terkendali dan melukai dirinya sendiri dalam proses tersebut," ujar juru bicara Singapore Airlines. Maskapai tidak mengungkap detail tindakan penumpang maupun jenis luka yang dialaminya.
Sesampainya di darat, otoritas terkait langsung mengamankan penumpang yang mengamuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak maskapai memastikan pesawat mendarat tanpa insiden lanjutan dan seluruh penumpang lain dalam keadaan selamat.
Penerbangan Dilanjutkan Malam Harinya
Setelah pesawat kembali dan penanganan situasi dinyatakan selesai, penerbangan dilanjutkan menggunakan awak yang baru. Menurut Singapore Airlines, keberangkatan berikutnya menuju Singapura dilakukan sekitar pukul 23.18 waktu setempat pada hari yang sama.
Pihak maskapai memastikan telah memberikan bantuan yang diperlukan kepada penumpang, termasuk pengaturan ulang jadwal penerbangan lanjutan. Singapore Airlines juga menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas terkait dalam penanganan perkara tersebut.
Insiden putar balik penerbangan jarak jauh seperti ini terbilang langka dan berbiaya tinggi, mengingat bahan bakar yang terbuang dan jadwal awak yang harus disusun ulang. Keputusan pilot untuk kembali dinilai sebagai langkah tepat demi mengutamakan keselamatan seluruh penumpang dan awak di dalam kabin.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!