Asap Karhutla Tiba di Langit Jakarta
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah sampai ke Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap karhutla Jakarta telah mencapai lapisan atmosfer ibu kota melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat pagi (16/10/2026), seiring memburuknya kualitas udara Jakarta dalam dua hingga tiga hari terakhir. Sebaran asap juga terpantau melintas di wilayah Banten dan Jawa Barat.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan arah pergerakan asap di Jawa bergerak ke arah tenggara hingga barat. "Kita melihat arah pergerakan asap di Jawa itu bergerak ke arah tenggara hingga barat." Pola angin di lapisan atmosfer bawah membawa asap menyeberang pulau. Namun, jika kecepatan angin melemah, polutan berpotensi turun secara vertikal dan mencemari udara permukaan kawasan permukiman.

Kualitas Udara Jakarta Memburuk
Memburuknya kualitas udara Jakarta dalam dua hingga tiga hari terakhir tercermin dari data pemantauan IQAir. Pada pukul 12.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat 169 dengan kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 81 mikrogram per meter kubik atau 16,2 kali lipat panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Angka tersebut sebenarnya sudah menurun dari Jumat pagi, ketika AQI Jakarta sempat mencapai 186 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 107 mikrogram per meter kubik. Kedua kondisi itu menempatkan kualitas udara ibu kota dalam kategori tidak sehat untuk dihirup warga.
Pramono Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan
Merespons kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Total 367 fasilitas kesehatan itu disiapkan untuk menangani warga yang terdampak, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap. Langkah siaga ini diambil setelah kualitas udara ibu kota memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir seiring masuknya asap karhutla ke lapisan atmosfer Jakarta.
"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," kata Pramono di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Pramono mengaku sudah ingin menyampaikan kondisi tersebut kepada publik sejak tiga hari sebelumnya. Namun, ia khawatir penyampaian itu memicu pro dan kontra mengenai penyebab memburuknya kualitas udara di ibu kota.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!