Ditemukan Membiru di Teras Rumah
Duka menyelimuti keluarga Selaras Abdul Wahid dan Nurul Fadilah setelah kehilangan anak bungsu mereka, Zulkarnain Abdil Aziz (ZAA). Bocah 10 tahun penyandang down syndrome itu ditemukan meninggal dunia di teras rumahnya di kawasan Tambak Medokan Ayu XI, Rungkut, Surabaya, pada 12 September 2026.
Selaras menemukan anaknya membiru dan terjatuh dari kursi roda dengan tali sepatu melilit leher, lalu membawanya ke RSUD Eka Candrarini. Selain down syndrome, Zulkarnain juga mengidap kelainan jantung bawaan, cerebral palsy, dan katarak; ia tidak dapat berbicara, melihat, dan berjalan.
Viral 17 Oktober, Dua Anak Tetangga Diduga Terlibat
Keluarga memeriksa rekaman CCTV dan melihat dua anak tetangga berinisial K (10) dan F (8) berada di gang menuju rumah korban sebelum kejadian. Menurut ayah korban, anak K telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan anak F tidak karena usianya. Di bawah 12 tahun, keduanya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Kasus ini viral pada 17 Oktober 2026 lewat unggahan akun X @serabutannn yang memicu ribuan komentar menuntut keadilan. Menurut keluarga dan hasil autopsi RS Bhayangkara Polda Jatim, korban diduga dicekoki cairan sabun cuci piring serta mengalami jeratan tali sepatu di leher. Penyebab pasti kematian masih merujuk pada penyelidikan kepolisian.
Polisi Usut, Pemkot Dampingi Keluarga
Keluarga melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Surabaya dan penanganan perkara masih berjalan. Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati pada 17 Oktober 2026 menyatakan pemerintah kota memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan anak-anak yang diduga terlibat; anak-anak di bawah umur tetap dalam pengawasan orang tua.
Pemkot juga memastikan upaya pencegahan perundungan terus dilakukan lewat Puspaga serta kegiatan Dinamika Sekolah Arek Suroboyo. Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Arjuna Rizky, meminta kasus dikawal hingga tuntas dengan pendampingan hukum bagi keluarga serta evaluasi sistem perlindungan anak.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!