Angkot Nyaris Tenggelam, Pelajar Duduk di Atap

Kondisi memprihatinkan jalan di wilayah Raja Maligas, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, viral di media sosial. Jalan tersebut bukan lagi sekadar jalan rusak, melainkan sudah berubah menjadi kolam raksasa yang membuat kendaraan nyaris tenggelam saat melintas.

Dari dokumentasi yang beredar pada Sabtu (17/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026), terlihat sebuah angkutan umum (angkot) warna biru terendam hampir setengah bodi di tengah genangan air coklat berlumpur. Sejumlah pelajar yang berada di dalam angkot terpaksa duduk di atas atap mobil demi menyelamatkan diri agar tidak basah.

Genangan air setinggi lutut hingga paha orang dewasa menutupi seluruh badan jalan. Sejumlah pengendara motor mengalami mati mesin di tengah genangan dan terpaksa menuntun kendaraannya dengan dibantu warga sekitar. Warga lain hanya bisa menatap miris dan tak berani melintas.

Rusak Bertahun-tahun, Drainase Tak Berfungsi

Warga menyebut kondisi jalan rusak parah ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan serius dari pemerintah daerah. Drainase tidak berfungsi, tidak ada pengerasan jalan yang layak, padahal kawasan tersebut merupakan kawasan padat penduduk dan sentra ekonomi pertanian.

Jalan kabupaten penghubung utama warga itu disebut sebagai urat nadi perekonomian dan pendidikan kawasan. Setiap hujan turun, jalan langsung berubah menjadi danau lumpur. Pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah yang melintas menggunakan sepeda motor, kerap terperosok ke lubang yang tertutup genangan keruh.

Petani yang hendak mengeluarkan hasil panen, anak sekolah, guru, hingga pengendara umum yang setiap hari melintasi jalan tersebut menjadi korban. Aktivitas warga lumpuh dan keselamatan pengguna jalan terancam.

Bupati Perintahkan BPBD Tinjau, Diusulkan via IJD

Menanggapi viralnya kondisi jalan tersebut, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun Budiman Silalahi meninjau kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Huta Bayu Raja dan Kecamatan Bosar Maligas, tepatnya di Nagori Raja Maligas I, pada Jumat (16/10/2026).

Budiman menegaskan peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Bupati agar kondisi jalan yang rusak, yang disebut dipicu curah hujan tinggi, dapat dilihat langsung di lapangan. Ia menyampaikan kerusakan ruas tersebut berdampak terhadap kelancaran transportasi, aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, serta kegiatan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan informasi dari Dinas PUTR Kabupaten Simalungun, ruas jalan itu telah diusulkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dan masuk prioritas yang diperjuangkan untuk mendapatkan penanganan pembangunan. Pemkab Simalungun berharap usulan tersebut segera memperoleh tindak lanjut sehingga perbaikan jalan dapat direalisasikan.