Erupsi Tercatat 00.39 WIB, Status Tetap Level III Siaga

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (18/10/2026) pukul 00.39 WIB. Saat laporan aktivitas diterbitkan, erupsi masih berlangsung, sedangkan tinggi kolom letusan secara visual tidak teramati.

Aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tetap berada pada Status Level III atau Siaga. Pengamatan instrumental terus merekam kejadian kegempaan sebagai bagian dari pemantauan aktivitas gunung api.

29 Gempa Letusan Tercatat dalam Satu Periode Pengamatan

Seismograf pada periode pengamatan pukul 18.00–23.59 WIB merekam 29 kali gempa letusan dengan amplitudo 12–25 milimeter dan durasi 0,6–160 detik. Selain itu, tercatat 3 kali gempa guguran (amplitudo 2–5 mm, durasi 59–86 detik) dan 3 kali gempa hembusan (amplitudo 5–9 mm, durasi 38–50 detik).

Angka tersebut merupakan data satu periode pengamatan, bukan akumulasi harian. Data kumulatif yang diberitakan 18 Oktober 2026 mencatat Semeru telah mengalami 2.009 kejadian letusan sepanjang tahun berjalan, terbanyak di antara gunung api Indonesia.

Sehari sebelumnya, Sabtu (17/10/2026), petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto melaporkan guguran lava pijar sejauh 1,5 kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan, disertai kolom abu sekitar 400–600 meter di atas puncak yang bergerak ke arah timur.

Zona Bahaya: Besuk Kobokan hingga 13 Km dari Puncak

PVMBG melarang masyarakat beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. Zona berbahaya juga mencakup sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar batas tersebut, warga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas guguran dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Aliran sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat di lereng Semeru diminta memantau informasi resmi melalui MAGMA Indonesia serta mengikuti arahan BPBD Kabupaten Lumajang bila evakuasi diperlukan.