Menara 143 Tahun Runtuh Terbakar
Balai kota (Hôtel de Ville) Limoges yang berusia 143 tahun hangus dibakar kelompok perusuh bertopeng pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Menara (campanile) bersejarah di puncak gedung itu runtuh dilalap api di hadapan ratusan warga yang menyaksikan kebakaran dari kejauhan.
Menurut saksi mata, para perusuh terlebih dahulu membakar mobil polisi di depan balai kota, memecahkan jendela-jendela gedung, lalu masuk dan membakar bangunan dari dalam. Api dengan cepat menjalar ke atap hingga menara runtuh.
Prefek Haute-Vienne Maurice Barate menyebut atap gedung ambruk menimpa lantai di bawahnya dan sekitar dua pertiga bagian luar bangunan hilang. Ia menyebut kehancuran itu sebagai "bencana bagi warisan" dan "tindakan sengaja oleh para preman".
Tangan Demonstran Putus Terkena Granat Polisi
Di Saint-Étienne, seorang demonstran kehilangan tangannya setelah terkena granat polisi. Puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius, baik dari kalangan demonstran maupun aparat keamanan.
Di Lyon, massa bertopeng membakar gedung kantor pariwisata abad ke-19 dan bahkan menghalangi petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api. Di Marseille, perusuh sempat menerobos lobi balai kota dan merusak kantor polisi kota.
Macron Berjanji Menindak Pelaku
Presiden Emmanuel Macron berjanji para pelaku vandalisme, penyerang kantor pemerintahan, dan penjarah akan diadili dan dihukum. "Tidak ada tempat bagi kekerasan di Prancis," tegasnya.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyebut lebih dari 550.000 orang turun ke jalan di seluruh negeri — dua kali lipat dari perkiraan. Media melaporkan lebih dari 1.200 orang ditangkap, dengan lebih dari 110.000 demonstran memadati Paris. Nunez menuduh kekerasan didalangi kelompok kiri garis keras yang memanfaatkan aksi damai sebagai tameng.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!