IHSG Ambruk 8,01% Langsung di Pembukaan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambles 8,01 persen ke level 5.393,92 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Koreksi sedalam itu langsung memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Data RTI Infokom mencatat hanya 14 saham menguat, sementara 595 saham melemah dan 354 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp9.538,22 triliun.

Trading halt diberlakukan pukul 08:58:00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) dan perdagangan dilanjutkan pukul 09:28:00. Tindakan itu diambil sesuai Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025: trading halt 30 menit jika IHSG turun lebih dari 8 persen, halt lanjutan jika turun lebih dari 15 persen, dan trading suspend jika penurunan melampaui 20 persen.

Daftar saham yang langsung kena auto rejection bawah (ARB) antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang anjlok 14,84 persen ke Rp2.640, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 14,82 persen ke Rp3.390, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 14,80 persen ke Rp1.900. Emiten konglomerat juga rontok: BREN ambles 14,91 persen, BRPT turun 14,79 persen, CUAN merosot 14,29 persen, PTRO turun 14,80 persen, dan TPIA anjlok 14,84 persen.

IHSG Trading Halt Usai MSCI Ancam Downgrade, Rupiah Tembus Rp18.000
Ilustrasi: uang rupiah kertas. (Sumber: Wikimedia Commons (foto: Pak.syafda))

MSCI Buka Konsultasi Downgrade Indonesia

Tekanan hebat datang setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pada Kamis (15/10/2026) pembukaan konsultasi publik untuk mereklasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Status itu bahkan lebih rendah dari Frontier Market dan setara dengan klasifikasi pasar seperti Argentina.

MSCI menyebut usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai disfungsi pasar, minimnya bukti penegakan aturan yang efektif, serta persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Selama konsultasi berjalan, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks Indonesia, termasuk penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), penambahan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), dan peningkatan saham ke segmen kapitalisasi lebih besar.

Proses konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027 dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan BEI akan meminta klarifikasi kepada MSCI dan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal Indonesia.

Rupiah Tembus Rp18.000, Modal Asing Kabur

Gelombang jual juga menekan rupiah. Nilai tukar rupiah di pasar luar negeri (offshore) menembus Rp18.064 per dolar AS pada pukul 07:15 WIB, menurut data Bloomberg yang dikutip Bloomberg Technoz. Di pasar spot, rupiah dibuka melemah ke Rp17.984, lalu ambles 0,61 persen hingga menembus Rp18.063 per dolar AS pada pukul 09:10 WIB.

Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif dari pengumuman MSCI, diperparah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed dan harga minyak dunia yang masih di sekitar US$105 per barel. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin G. Hutapea menegaskan BI terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah bergerak sesuai fundamentalnya.

Arus modal asing terus keluar. Sepanjang Oktober 2026, investor asing mencatatkan penjualan bersih saham US$212,5 juta, dan sejak awal tahun akumulasi penjualan bersih mencapai US$4,87 miliar. Kejatuhan ini memperdalam koreksi sehari sebelumnya, ketika IHSG ditutup turun 1,33 persen ke 5.863,78 pada Kamis (15/10/2026).