Santunan Rp10 Juta untuk Setiap Keluarga Korban
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya empat orang yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan santunan sebesar Rp10 juta bagi keluarga masing-masing korban.
Khofifah mengatakan para korban gugur saat berupaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. "Pengabdian mereka menjadi pengingat akan besarnya dedikasi orang-orang yang berada di garis depan dalam penanganan bencana," ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (16/10/2026).
Khofifah menambahkan santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. "Kami memahami bahwa bantuan materi tidak akan dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, tetapi kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka," katanya.

Empat Korban: Dua Petugas TNBTS dan Dua Relawan
Empat korban yang meninggal dunia itu adalah Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, petugas Balai Besar TNBTS. Dua korban lainnya, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), merupakan relawan yang bekerja di hotel setempat sekaligus atlet panjat tebing.
Mereka gugur dalam peristiwa yang terjadi Kamis (15/10) saat berjuang memadamkan api di kawasan Bromo. Peristiwa ini menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi para petugas dan relawan yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran di lapangan. Kedua petugas Balai Besar TNBTS gugur saat bertugas di garis depan, sementara dua relawan yang masih berusia belia turut menjadi korban dalam musibah tersebut.
Doa untuk Korban Luka dan Imbauan Keselamatan
Selain menyampaikan belasungkawa, Khofifah juga mendoakan para korban yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan. Ia berharap keluarga korban meninggal dunia mendapatkan dukungan dan pendampingan dalam menghadapi masa sulit ini.
Khofifah menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan personel dalam setiap upaya penanggulangan karhutla, terutama ketika kondisi di lapangan berisiko berubah sewaktu-waktu. Penanganan kebakaran hutan membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi yang baik, serta kewaspadaan seluruh personel.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. "Bromo merupakan salah satu kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia. Menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Khofifah.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!