Said Didu: Pimpinan OJK Mengecewakan, Prabowo Harus Menilai
Pengamat politik Muhammad Said Didu menyebut pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengecewakan. Kritik itu ia sampaikan lewat akun X pribadinya pada Jumat (16/10/2026), di tengah gejolak pasar modal Indonesia yang anjlok lebih dari 11 persen dan memicu trading halt.
Didu meminta Presiden Prabowo Subianto betul-betul menilai kinerja pimpinan OJK yang sebelumnya berjanji memperbaiki pasar modal. "Tapi jujur saya katakan, saya sulit percaya pada integritas dan kemandirian pimpinan OJK," tulisnya. Ia mencontohkan keraguannya pada kemampuan OJK membendung peredaran judi online (judol), penipuan online, dan persoalan lainnya.

Curigai MSCI Dipakai Oligarki Serang Pasar Modal
Lebih jauh, Said Didu mengingatkan publik agar waspada terhadap intervensi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia. MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
"Adalah sangat berisiko jika MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia dari sebelumnya sebagai emerging market menjadi standalone, turun dua peringkat," tulis Didu. Menurutnya, jika itu terjadi, pasar modal Indonesia terisolasi dari sumber modal dunia dan sangat berbahaya bagi arus investasi.
Didu menilai seharusnya tidak ada pengumuman semacam "hukuman" terhadap pasar modal Indonesia, karena proses baru memasuki tahap assessment dan pengumuman resmi baru dijadwalkan pada Juni 2027. Ia mencurigai ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menyerang pasar modal.
Kadin Minta MSCI Transparan, Dukung Reformasi OJK
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak MSCI memberikan penilaian yang transparan dan berimbang terhadap pasar modal RI. Kadin menegaskan dukungannya terhadap delapan pilar reformasi tata kelola bursa yang digerakkan OJK, termasuk penaikan batas free float menuju 15 persen dan transparansi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner).
"Kita harus menjadikan penilaian MSCI sebagai cambuk untuk berbenah. Kritik dari luar perlu dijawab dengan data, tindakan, dan hasil yang dapat diverifikasi," kata Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie. Polemik ini menandai babak baru tekanan terhadap otoritas pasar modal untuk membuktikan perbaikan tata kelola secara nyata.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!