KPK mengungkap dugaan penyelewengan dana siap pakai (DSP) kebencanaan BNPB senilai Rp30,98 miliar yang dipakai membeli saham PT Medela Potentia Tbk. Dana mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan, tenaga ahli Kepala BNPB yang juga adik mantan Kepala BNPB Suharyanto.
Fakta Utama
KPK mengungkap dana siap pakai (DSP) kebencanaan BNPB diduga dipakai membeli saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) senilai Rp30,98 miliar.
Dana mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan (BMS), tenaga ahli Kepala BNPB sekaligus adik mantan Kepala BNPB Suharyanto.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyampaikan temuan itu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
PT Alfa Veritas Energizer (AVE) tercatat menguasai 150,4 juta lembar saham MDLA (1,07 persen) dengan harga Rp206 per lembar per 13 Oktober 2026.
Nilai pengadaan mitra BNPB yang diduga terafiliasi Bima mencapai sekitar Rp148 miliar selama periode 2024-2026.
KPK menggandeng Puspom TNI mengusut kasus ini; operasi tangkap tangan digelar 13 Oktober 2026 dengan 14-15 orang diamankan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!