Pole Position Berujung Pahit

Pebalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa harus puas finis di posisi ke-10 pada Race 1 seri penutup FIM JuniorGP Moto3 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (18/10/2026). Padahal, pebalap binaan Astra Honda Motor itu memulai balapan dari posisi start terdepan.

Kegagalan menjalani hukuman Long Lap Penalty (LLP) hingga balapan berakhir menjadi penyebabnya. Ramadhipa diganjar penalti tambahan waktu enam detik yang merontokkannya dari persaingan barisan depan ke posisi sepuluh.

Hasil ini menjadi antiklimaks setelah Ramadhipa tampil dominan sepanjang akhir pekan di Misano. Ia mencatat waktu tercepat 1 menit 41,430 detik pada sesi kualifikasi kedua, Sabtu (17/10/2026), unggul 0,047 detik atas Giulio Pugliese dari tim Aspar CF-Moto KTM.

Jalannya Balapan Penuh Drama

Ramadhipa mengawali balapan dengan baik, tetapi Giulio Pugliese merebut holeshot sehingga pebalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu turun ke posisi kedua. Tekanan berlanjut hingga Fernando Bujosas menyalipnya pada lap kedua dan mengambil alih pimpinan lomba pada lap ketiga.

Persaingan ketat di kelompok depan sempat membuka peluang. Pada lap kedelapan, Ramadhipa naik ke urutan kedua dan membayangi Bujosas, tetapi turun lagi ke posisi ketiga pada lap kesembilan di bawah tekanan Pugliese dan Yaroslav Karpushin.

Memasuki awal lap ke-10, manuver agresif Karpushin di tikungan pertama berujung senggolan antara kedua pebalap. Ramadhipa kehilangan beberapa posisi dan terlempar ke urutan kelima, sementara Bujosas masih memimpin di depan Pugliese, Karpushin, dan Kiattisak Singhapong.

Penalti yang Terlupakan

Peluang kembali ke barisan depan terbuka pada lap ke-12 setelah sejumlah pebalap menerima hukuman Long Lap Penalty. Ramadhipa naik ke posisi ketiga, kemudian merebut urutan kedua pada lap ke-14. Namun ia sendiri juga memiliki kewajiban menjalani hukuman tersebut.

Ramadhipa tidak segera menjalankan LLP dan tetap mempertahankan posisinya hingga lap ke-15. Ia masih bersaing dengan Karpushin di sektor terakhir, sementara pelanggaran batas lintasan kembali terlihat menjelang akhir putaran. Hingga bendera finis dikibarkan, hukuman itu tak kunjung dijalani.

Akibatnya, steward menjatuhkan penalti tambahan enam detik yang membuat pebalap asal Sleman, Yogyakarta, itu melorot ke posisi ke-10. Podium yang sudah di depan mata pun pupus.

Peluang Tiga Besar Menipis

Hasil ini membuat peluang Ramadhipa menembus tiga besar klasemen akhir semakin berat. Sebelum seri Misano, ia mengoleksi 113 poin di peringkat keempat, terpaut 23 poin dari Yaroslav Karpushin di posisi ketiga dengan 136 poin.

Modal Ramadhipa sebenarnya cukup kuat. Pada seri sebelumnya di MotorLand Aragon, Spanyol, 27 September 2026, ia finis kedua pada Race 1 dan keempat pada Race 2. Kecepatan kompetitifnya juga terlihat sejak sesi latihan bebas di Misano, di mana ia dua kali menempati posisi kedua. Sebagai catatan, Race 1 di Misano juga memastikan gelar juara dunia Moto3 Junior 2026 menjadi milik Carlos Cano, yang finis keempat dan mengunci gelar sebelum musim berakhir.

Jelang seri penutup, Ramadhipa sempat menyatakan kesiapannya bertarung habis-habisan. "Saya siap untuk bertarung di last round ini dan ingin mengakhiri musim dengan hasil yang positif dan membanggakan. Peluang memang masih terbuka. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa meraih podium. Mohon dukungannya," ujarnya. Satu balapan tersisa di Misano menjadi kesempatan terakhirnya memperbaiki posisi klasemen.