Skorsing Enam Bulan Resmi Dicabut
PRETORIA — Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan pada Jumat (16/10/2026) pencabutan skorsing pencegahan terhadap Komisaris Nasional Kepolisian Afrika Selatan (SAPS) Jenderal Fannie Masemola. Masemola akan kembali menjalankan tugas penuhnya mulai Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam pernyataan resmi Kepresidenan, Ramaphosa menyambut kembalinya Masemola memimpin kepolisian nasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Letnan Jenderal Puleng Dimpane yang selama enam bulan terakhir menjabat sebagai pelaksana tugas Komisaris Nasional.
Keputusan ini menandai berakhirnya salah satu babak paling sensitif dalam tata kelola kepolisian Afrika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Masemola sendiri telah menjabat sebagai Kapolri sejak 2022.
Dakwaan Pengadaan yang Berujung pada Penarikan
Masemola ditempatkan dalam skorsing pencegahan pada April 2026 setelah hadir di Pengadilan Magistrat Pretoria atas dakwaan melanggar Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Publik (Public Finance Management Act/PFMA). Dakwaan tersebut berkaitan dengan kontrak layanan kesehatan kepolisian senilai 228 juta rand atau sekitar US$13,85 juta yang diberikan kepada perusahaan Medicare24.
Jaksa menuduh Masemola gagal mematuhi pengawasan keuangan dan pengendalian pengadaan dalam pemberian kontrak tersebut. Tuduhan itu dibantah oleh Masemola.
Titik balik terjadi pada 15 September 2026 ketika Direktur Nasional Kejaksaan memerintahkan penarikan dakwaan, disusul putusan resmi Pengadilan Magistrat Pretoria pada 22 September 2026 yang mencabut seluruh dakwaan terhadapnya. Penarikan dakwaan inilah yang membuka jalan bagi pencabutan skorsing.
Sorotan terhadap Pengadaan Kepolisian
Meski dakwaan pidana telah ditarik, kasus ini tetap menyoroti persoalan akuntabilitas pengadaan di tubuh kepolisian Afrika Selatan. Kontrak Medicare24 itu juga menjadi salah satu fokus Komisi Madlanga yang menyelidiki dugaan infiltrasi sindikat kriminal ke dalam lembaga penegak hukum dan sistem peradilan pidana negara tersebut.
Menteri Kepolisian sementara Firoz Cachalia menyambut baik kembalinya Masemola dan menyebut momen ini sebagai kesempatan bagi pimpinan SAPS untuk tetap fokus pada prioritas operasional serta membangun kepolisian yang profesional dan dipercaya publik.
Ke depan, perhatian tertuju pada bagaimana Masemola memimpin ulang institusi yang tengah menghadapi tekanan pemberantasan kejahatan terorganisir, korupsi, dan kejahatan kekerasan, sambil memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan di tubuh kepolisian.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!