Serangan Terbesar Tahun Ini ke Kota Kedua Rusia

St. Petersburg diguncang serangan drone Ukraina berskala besar pada Minggu (18/10/2026) dini hari — serangan udara terbesar yang pernah dialami kota berpenduduk 5,6 juta itu, sekitar 860 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya menembak jatuh 1.015 drone Ukraina dalam semalam di berbagai wilayah Rusia, semenanjung Krimea yang dianeksasi, dan Laut Hitam. Angka tersebut adalah klaim resmi Moskow dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Api melalap Terminal Minyak St. Petersburg — salah satu fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar terbesar Rusia dengan throughput 12,5 juta ton per tahun — serta depo minyak Ruchyi dan gudang industri di distrik Kolpino. Hub logistik raksasa milik perusahaan e-commerce Ozon ikut terbakar, dan pusat data milik raksasa internet VK di wilayah Leningrad diserang (keduanya dikonfirmasi perusahaan). Produsen drone Ukraina, Fire Point, mengklaim drone serang FP-1 buatannya dipakai untuk menghantam terminal minyak itu.

Korban Jiwa dan Dampak ke Warga Sipil

Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov melaporkan satu orang tewas dan lima lainnya luka akibat serangan di dalam kota; Reuters mencatat total satu tewas dan 15 luka bila digabung dengan wilayah Leningrad. Sejumlah gedung apartemen dan rumah warga dilaporkan rusak.

Dampak terasa hingga ke kehidupan warga: dua gardu induk di Yanino, wilayah Leningrad, terkena serangan hingga sekitar 20.000 orang tanpa listrik pada Minggu pagi. Bandara Internasional Pulkovo sempat menerapkan pembatasan operasional karena ancaman drone, dan warga diperingatkan soal potensi gangguan layanan seluler.

Di sisi lain, pihak berwenang Ukraina melaporkan 11 orang tewas dan hampir 50 luka akibat serangan rudal dan drone Rusia dalam 24 jam hingga Minggu pagi — termasuk serangan besar terhadap fasilitas energi di wilayah Odesa. Di Zaporizhzhia, seorang perempuan tewas dan dua orang luka, termasuk seorang anak perempuan berusia enam tahun.

Hubungan Zelensky–Trump Makin Retak

Serangan ini terjadi di tengah hubungan Presiden Volodymyr Zelensky dengan Presiden AS Donald Trump yang memburuk. Trump pekan lalu menyebut serangan Kyiv terhadap kilang minyak Rusia sebagai 'aib' dan pada Jumat mencabut paket sanksi baru yang disahkan Kongres terhadap Rusia.

Zelensky menulis di X pada Minggu pagi bahwa dalam sepekan terakhir Rusia menyerang Ukraina dengan hampir 2.700 drone serang, 1.700 bom udara, dan 66 rudal — sebagian besar balistik. 'Sejak Presiden AS mengumumkan gencatan senjata energi sepekan lalu, Rusia dengan sengaja menyerang sektor energi dan minyak-gas Ukraina 76 kali,' tulisnya, seraya menegaskan AS seharusnya melihat bahwa Rusia tidak mengambil langkah timbal balik atas keringanan sanksi.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia terus merespons serangan Ukraina dengan serangan sistematis berskala besar. Terpisah, Lituania melaporkan sebuah drone yang diduga meledak sendiri saat melaju menuju Latvia pada Minggu pagi, hingga jet tempur misi pertahanan udara NATO dikerahkan — tanda eskalasi kian merambah kawasan perbatasan aliansi.