Ledakan Terangi Langit Malam Kota Berpenduduk 5,6 Juta
St. Petersburg, kota terbesar kedua Rusia, diguncang serangan drone Ukraina berskala besar pada Minggu (18/10/2026) dini hari. Kanal pemantau Ukraina Exilenova+ dan Supernova+, yang dikutip Kyiv Independent, melaporkan serangan dimulai sekitar pukul 02.50 waktu setempat dengan sasaran infrastruktur pelabuhan, kapal tanker minyak, dan sebuah data center.
Rekaman warga yang beredar memperlihatkan drone melintasi langit malam dan sistem pertahanan udara Rusia bekerja menangkisnya. Ledakan-ledakan besar terlihat menerangi langit di kota berpenduduk 5,6 juta jiwa yang terletak sekitar 856 kilometer di utara perbatasan Ukraina itu, sementara kebakaran besar membakar di beberapa titik.
Terminal Minyak Terbakar, 126 Drone Ditembak Jatuh
Terminal Minyak St. Petersburg — salah satu fasilitas penyimpanan dan ekspor bahan bakar terbesar Rusia dengan throughput 12,5 juta ton per tahun — terbakar dalam serangan tersebut. Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov menyatakan pertahanan udara menembak jatuh sedikitnya 126 drone Ukraina sepanjang malam.
Menurut Beglov, selain terminal, kebakaran juga melanda infrastruktur sipil di empat distrik: Nevsky, Krasnoselsky, Krasnogvardeysky, dan Moskovsky. Ia memastikan tidak ada korban jiwa. Bandara Pulkovo beroperasi dengan pembatasan keselamatan, dan warga diperingatkan soal potensi gangguan internet seluler. Beglov memimpin langsung markas operasional yang mengoordinasikan layanan darurat kota.
Terpisah, Gubernur Oblast Leningrad Aleksandr Drozdenko melaporkan 57 drone ditembak jatuh di wilayahnya, dengan puing drone merusak empat mobil di sebuah area parkir.
Eskalasi Serangan Jauh ke Dalam Rusia
Serangan ini menegaskan pola Kyiv yang terus memukul sasaran jauh di dalam wilayah Rusia, seiring Moskow meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina. Ini bukan serangan pertama ke St. Petersburg: pada 4 Juli lalu, drone Ukraina juga menghantam dan merusak Terminal Minyak St. Petersburg.
Kyiv Independent mencatat belum dapat memverifikasi secara independen target maupun tingkat kerusakan serangan dini hari tadi. Kisah ini masih berkembang dan akan diperbarui seiring masuknya informasi resmi.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!