Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid tercatat dua kali tidak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang melibatkan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Panggilan pertama Rabu (7/10/2026) tak dihadiri dengan alasan agenda internal; panggilan kedua Kamis (15/10/2026) tak dihadiri dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyidik mengetahui hal itu dari surat yang disampaikan pihak Nusron, dan menyebut tujuan perjalanan yang tercantum adalah Malaysia. KPK kini mengevaluasi kepatutan alasan tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya: menjadwalkan ulang pemeriksaan atau menerapkan pemanggilan berikutnya sesuai hukum acara pidana.
MAKI Ungkap Dugaan Rute Via Batam–Singapura
Koordinator MAKI Boyamin Saiman pada Sabtu (17/10/2026) menduga Nusron terbang dari Jakarta ke Batam pada Rabu siang (14/10), menyeberang dengan kapal feri ke Singapura pada sore harinya, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Johor Bahru, Malaysia, pada Rabu malam atau Kamis pagi. Ia juga menyebut Nusron terlihat memakai kendaraan operasional yang dikaitkan dengan KJRI di Johor Bahru.
Boyamin mempertanyakan apakah perjalanan itu merupakan perjalanan dinas resmi dan apakah telah mengantongi izin tertulis dari Presiden, mengingat jadwalnya bertepatan dengan pemanggilan penyidik. Ia mendesak KPK menerbitkan surat perintah membawa.
KPK Evaluasi, Delapan Tersangka Sudah Ditetapkan
Surat perintah membawa tidak otomatis diterbitkan setiap kali saksi tak hadir, kata Taufik; penyidik masih mengkaji keabsahan alasan Nusron. KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam perkara ini: Sontang Coin Manurung, Fahd El Fouz, Arif Sugiyanto, Adrianto Pitojo Adhi, Lampri, Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlevi.
Keterangan Nusron dibutuhkan untuk mendalami konstruksi perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk tersebut. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Nusron mengenai dugaan rute perjalanan yang diungkap MAKI.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!